Tralalatrilili’s Weblog

karna idup cuman skali…fardu dinikmati….

Kehidupan Beragama di Negara Sekuler: Studi Kasus di Turki Januari 3, 2010

Diarsipkan di bawah: masterpiece — tralalatrilili @ 5:57 am

Selayang Pandang Negara Turki

aya sophia..semoga bisa kesana:)

Republik Turki adalah sebuah negara besar di kawasan Eurasia. Ibu kotanya berada di Ankara namun kota terpenting dan terbesar adalah Istanbul. Kawasan yang terdiri dari Turki modern telah menyaksikan kelahiran peradaban-peradaban utama, termasuk Kekaisaran Bizantium dan Kekhalifahan Turki Utsmani. Disebabkan oleh lokasinya yang strategis di persilangan dua benua, budaya Turki merupakan campuran budaya timur dan barat yang unik yang sering diperkenalkan sebagai jembatan antara dua buah peradaban (www.wikipedia.org).

Kebudayaan Turki pada saat ini masih tetap didasarkan pada tradisi- tradisi Islam, di mana pengaruh barat hanya tampak di kota-kota besar, hal itu berarti hanya di lapisan atas saja dan jangkauannya sangat terbatas. Pem-barat-an nampaknya hanya sangat kecil berpengaruh pada rakyat pedesaan yang secara kuantitas lebih dari tiga perempat dari seluruh penduduk Turki

Mengenai identitas orang Turki hingga saat ini masih menjadi perdebatan antara yang menyatakan bahwa orang Turki pada jaman Ottoman adalah muslim sejati dan penolakan terhadap pandangan tersebut. Agaknya sudah menjadi sifat dasar masyarakat Turki, identitasnya dan masa depannya (termasuk apakah Turki dapat menemukan tempat dalam masyarakat Eropa) hingga saat ini belum menjadi satu hal yang pasti (Ahmed, 2003: 161). Kebudayaan Turki  mempunyai beberapa persamaan dengan kebudayaan barat. Hal ini disebabkan oleh faktor-faktor sejarah dan geografis.

Sejak Konstitusi Republik pada 20 April 1924 negara nasional turki pada asasnya adalah sekuler. Awal mulanya peninggalan Konstitusi Usmaniyah yang pertama tahun 1876, Islam diresmikan sebagai agama negara kemudian setelah Ataturk berkuasa Ia menghilangkan klausul: “Agama negara Turki adalah Islam” pada 10 April 1928.

Sekelumit tentang Sekulerisme Turki

Turki menyimpan sejarah yang panjang mengapa negara yang sekitar 99% masyarakatnya beragama Islam itu beralih prinsip negaranya dari kekhalifahan menjadi sekuler. Sekularisme berawal dari proses pem-barat-an yang merupakan hasil dari gerakan revolusioner yang ditimbulkan oleh banyak faktor sejak kemunduran imperium Osmaniyah. Momentum gerakan ini terjadi setelah revolusi Perancis dan berkembang dengan kuat sepanjang abad XIX. Hasil langsung dari gerakan ini adalah revolusi Turki Muda 1908 yang merupakan awal pertumbuhan nasionalisme Turki dan pembentukan Republik Turki.

Pasca Perang Dunia I berakhir dengan kekalahan pada pihak Jerman dan Turki, sebagai pihak yang menang perang, tentara Sekutu  masuk dan menduduki bagian-bagian tertentu di kota Istanbul. Sementara itu, Yunani dengan bantuan Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat hendak merampas kembali wilayah- wilayahnya dari Turki. Kehadiran tentara sekutu dan Yunani menimbulkan amarah dan semangat rakyat Turki untuk mempertahankan tanah air mereka. Dalam suasana serupa inilah tampil Mustafa Kemal yang dengan gagah berani berjuang menyelamatkan Kerajaan Ottoman dari kehancuran total dan ekspansi Eropa. Atas usaha Mustafa Kemal dibentuk Majelis Agung pada tahun 1920 dan Ia terpilih sebagai ketuanya. Setahun kemudian disusun konstitusi baru yang menjelaskan bahwa kedaulatan adalah milik rakyat. Dari hari ke hari kedudukan Mustafa Kemal semakin kuat di mata rakyat. Dalam kedudukannya sebagai panglima dari semua pasukan yang ada di Turki Selatan, Mustafa Kemal membentuk pemerintahan tandingan di Anatolia, sebagai imbangan terhadap kekuasaan Sultan Abdul Madjid II di Istanbul. Hal ini dilakukannya karena Ia melihat Sultan sudah berada di bawah kekuasaan Sekutu.

Akhirnya, pada tahun 1922  Majelis Agung di bawah pimpinan Mustafa Kemal menghapuskan jabatan sultan. Ia kemudian memproklamasikan Republik Turki pada tanggal 29 Oktober 1923. Pada tahun 1924 jabatan khalifah juga dihapuskan dan Abdul Madjid II, khalifah terakhir, diperintahkan meninggalkan Turki.

Sekularisme merupakan ciri khas ideologi Turki Muda sejak tahun 1913. Pada tahun 1930-an sekularisme bermakna ekstrem: sekulerisme diintrepretasikan bukan saja sebagai pemisahan negara dan agama, tetapi juga sebagai penyingkiran agama dari kehidupan publik dan tegaknya pengawasan negara atas institusi-institusi keagamaan yang masih ada.

Dalam analisis Robert N. Bellah proses sekularisasi di Timur umumnya didasarkan atas dasar desakralisasi, meskipun demikian para sosiolog Barat mengatakan bahwa sekularisasi sebagai proses yang tidak terelakkan, sebab menurut pendapat mereka proses ini bersifat universal, dan dikatakan sebagai suatu proses kemajuan masyarakat dengan berorientasi menuju hal-hal yang lebih besar, lebih baik, lebih modern, namun di satu sisi menjadi kurang religius. Gambaran seperti ini ditampilkan melalui proses modernisasi. Modernisasi bagi dunia timur merupakan program besar untuk membangun masyarakat. Namun proses ini erat kaitannya dengan proses sekularisasi yang menurut konsep Bellah dan Nurcholish Madjid cenderung mengartikannya sebagai desakralisasi. (Robert N. Bellah, 1970).

Angkatan Bersenjata Turki (TSK) merupakan pendukung sekulerisme Mustafa Kemal yang paling kuat, sekaligus pelaksana paling efektif. Penggunaan militer untuk tujuan-tujuan politik dan ideologi pemerintahan Kemal membentuk cara pandang militer terhadap institusi mereka. Tentara memandang dirinya lebih sebagai pelindung negara dari ancaman internal, baik itu Islam politik, sektarianisme, maupun nasionalisme Kurdi, ketimbang sebagai kekuatan pelindung dari ancaman luar. Politisasi angkatan bersenjata ini terlihat dalam serangkaian pemberotakan militer yang menghambat perkembangan demokrasi dan konstitusi di negara tersebut seperti yang terjadi pada tahun 1960, 1971-1980, dan 1997[1] (An Naim, 2007 :365-366).

Agama dalam Praksis Sehari- hari di Turki

Sebagai negara sekuler yang 99% penduduknya beragama Islam, Turki memiliki banyak hal menarik untuk diteliti. Apalagi kaitannya dengan kehidupan dan perbincangan agama sehari-hari di negara asal kebab tersebut. Agama agaknya menjadi arena perebutan dan kompetisi antara kelompok pro sekuler dan pro agamis di ranah publik. Pemerintah tentu saja juga memiliki peranan di dalamnya.

Sejak diberlakukannya sistem sekuler di Turki, muncullah pro dan kontra. Kedua kubu tersebut melancarkan pengaruh-pengaruhnya lewat beberapa cara, salah satunya melalui media massa. Bahkan seiring berkembangnya teknologi perdebatan itu sudah melampaui dunia maya (internet).

Melalui karya sastra, agama dapat diperbincangkan dengan cara yang berbeda. Lebih reflektif dengan apa yang dialami oleh masyarakat Turki sehari- hari dalam tataran realita. Beberapa sastrawan Turki (Nazim Hikmet, Yasar Kemal, Aziz Nesin, Orhan Pamuk, dan lain lain) dengan lantang ‘angkat bicara’ lewat tulisannya tentang kondisi sosial masyarakat Turki yang penuh dinamika.

Dina, seorang mahasiswa Indonesia yang pernah berkunjung ke Turki mengatakan para pemuda di Turki yang tinggal di perkotaan sangat jarang yang menjalankan ibadah agama Islam, mungkin hanya sekitar 40% yang benar-benar melakukannya. Selebihnya mereka hanya pura-pura beragama Islam atau sekedar dalam identitas

Ketika Ataturk menerapkan kebijakan-kebijakannya pada tahun 1923 yang sangat berkiblat pada dunia barat, semua sendi kehidupan masyarakat Turki di atur sesuai dengan prinsip-prinsipnya. Dalam hal ini kaitannya dengan sekularisasi simbolis yang melekat pada model berpakaian orang-orang Turki yakni pelarangan penggunakan fez[2] diganti dengan topi[3] bagi kaum pria dan pembatasan pemakaian jubah atau cadar untuk kaum wanita. Pemberlakuan Undang-undang Topi ini banyak mengalami penentangan oleh pengikut tarikat Naqsabandiyah.

Sekularisasi simbolis merupakan aspek penting dari pembaharuan Kemalis. Penyebabnya adalah terkait dengan bidang sekularisasi yang mempunyai signifikansi krusial bagi konsep Kemalis mengenai negara modern, yakni transformasi budaya.  Menurut Kemal, transformasi ini sengaja dilakukan dengan sebaik-baiknya dengan cara transformasi simbol-simbol yang dominan di masyarakat dalam konteks ini dengan mengubah model berpakaian masyarakat Turki.

Geertz mendefinisikan kebudayaan sebagai “pola makna- makna (pattern of meanings) yang ditransmisikan secara historis dalam simbol- simbol. Suatu sistem konsepsi- konsepsi warisan (a system of inherited conception) dalam bentuk- bentuk simbolis, yang dengannya manusia berkomunikasi, memperkuat dan mengembangkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap kehidupan. (Geertz, 1966: 3)

Meski menganut sistem sekuler yang melarang wanita mengenakan jilbab di universitas dan instansi resmi, sebanyak 60 persen wanita di Turki memakai jilbab. Akibatnya, banyak wanita yang enggan menanggalkan jilbab menjadi putus kuliah atau mereka dengan sangat terpaksa membuka dan menutup jilbabnya agar tetap dapat melanjutkan kuliah.

Ketika pada tahun 1924 Kemal melakukan penghapusan fungsi Seyhulislam dan Kementrian Urusan agama dan Wakaf. Sebagai gantinya didirikanlah dua direktorat yaitu Diyanet Isleri Mudurlugu (Direktorat Keagamaan) dan Evkaf Umum Mudurlugu (Direktorat Jenderal Yayasan Keagamaan). Didirikannya direktorat-direktorat ini jelas menunjukkan bahwa persepsi sekulerisme Kemalis tidak berarti sebagai pemisahan antara agama dan negara namun sebagai kontrol negara atas agama (Zurcher, 2003: 243).

Semacam Penutup: Ke Turki Kita Mengaji

Di Turki kemajuan terbesar dalam bidang ekonomi, politik, sosial, yang terjadi atas dasar fondasi kultural. Namun kesulitan politik masih harus dihadapi karena didukung oleh konsepsi-konsepsi agama tradisional yang kuat (terutama pada masyarakat pinggiran), karena itu perubahan dari masyarakat tradisional hanya bersifat sementara. Pada akhirnya program sekularisasinya gagal karena basis keagamaan pada masyarakat pinggiran tersebut masih tetap hidup dan tidak bisa dihapus oleh program tersebut. Modernisasi di Turki mengalami kegagalan karena tidak berhasil mengintegrasikan nilai-nilai baru dengan nilai-nilai tradisional keagamaan masyarakatnya untuk mendukung proses tersebut. Pada kasus ini, Turki menunjukkan sesuatu yang lain, yaitu bahwa justru pada saat dihapuskannya hal-hal yang bersifat keagamaan di daerah perkotaan secara diam- diam di daerah pinggiran agama berkembang dengan baik. Atau dengan kata lain, dari atas dilakukan sekularisasi, sebaliknya dari bawah justru dilakukan desekularisasi.

Di masa hubungan Barat-Islam yang menyentuh titik-nadir ini, Turki bisa memberi sumbangan positif untuk menjembatani dua dunia yang mestinya tak berseteru itu. Sebab perseteruan hanya merugikan pengembangan peradaban dunia bersama; terutama merugikan pihak yang jauh lebih lemah, yakni dunia Islam yang memayungi seperlima warga bumi.


[1] Majelis Keamanan Nasional memaksa pemerintahan yang dipimpin Necmettin Erbakkan dan partainya Partai Kesejahteraan Islam (RP) untuk mengundurkan diri pada tanggal 28 Februari 1997.

[2] Topi laken (kain tenun dari bulu domba/ wol) yang dahulunya merupakan penutup kepala tradisional orang Utsmani sejak masa Sultan Mahmud II.

[3] Topi gaya barat yang lebar seperti topi koboy dipandang sebagai simbol orang Eropa Kristiani.

 

Frohes Neu Jahr 2010!!! Januari 2, 2010

Diarsipkan di bawah: 4share — tralalatrilili @ 10:31 am

How are u today, my dear? entah kenapa banyak kegetiran yg menyelubungi hatiku akhir2 ini. Ketika waktu sepenuhnya di bawah kendaliku, ada kalanya tak meninggalkan jejak apa2. Padahal itu yang menjadi ketakutanku slama ini. saat otak  tak dapat diajak kompromi untuk slalu berputar, diperas, diambil sarinya sebagai solusi atas persoalan yang terjadi. that’s not me!but in fact , It’s so hard to say that’s the real me. perhaps, for a while. I really need time to think deeply. persetan dg sebutan taun anjing- azzah bner2 menaruh harapan yg sangat besar akan perbaikan diri di taun ini. kepekaan itu mesti dihidupkan, api optimisme slalu dinyalakan. berhati-hati pada ‘pertanda’ kehidupan. bersihkan jiwa, hati dan pikiran agar dapat memperoleh dengan mudah kebenaran, sebagai bekal kematian terbaik kita, suatu hari nanti…:)

timoho, 02 jan ‘10

 

Truly Friend… November 25, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — tralalatrilili @ 5:25 pm
Tags: ,

Sometimes I feel sad

It makes me frown

I dislike with situation that happens

Just keep silent

Suddenly, my friend comes

and then she said…

you are not alone

I am here for you…

this are my ears

to hear all of your sadness…

the truly friend

really makes this world a better place

for you..for me..for us..

although, some time she doesn’t beside me

far from the eyes, but closest in my heart

she makes a bad time

to a good time

she makes my life

more alive

may our friendship’ll be forever

and ever…:)

pramex solo-jgj, 08 nov ‘09

 

Longlife..public transportation!!! November 3, 2009

Diarsipkan di bawah: pengalaman oke — tralalatrilili @ 6:02 pm

Begitu banyak kenangan yang tercipta di jalan raya…mengamati wajah lain dari masyarakat yang teramat jujur. Tanpa tedeng aling2..terkadang membuat saya tergelak..menghela nafas..terharu biru. Ada beberapa snap shot yang masih terekam rapi dalam memori. Diantaranya akan saya ceritakan disini. pertama, perjalanan solo-jogja-solo yang saya tempuh dengan bus ekonomi. sebagian besar teman saya mengira bahwa saya pasti memanfaatkan fasilitas kereta prambanan ekspress untuk bolak balik ke rumah. kenyataannya rumah orang tua saya cukup jauh dari stasiun purwosari, dengan naik bus akan lebih praktis dan efisien meski tak jarang saya harus berasyik masyuk berbagi bau badan, bau mulut, bau kentut dan bau2 yg lainnya membuat saya bersyukur betapa nikmatnya masih diberi kesempatan untuk mencium segala rupa bau tersebut. belum lagi jika akhir pekan tiba, agaknya jarang armada bus yang beroperasi sehingga mau tidak mau memaksa saya untuk berjubel ria, kesodok kepala sini sana, keinjek kaki sana sini, pernah juga bergelantungan di pintu membuat iba beberapa orang yang melihatnya tanpa mereka bisa berbuat apa2 seraya mata mereka berkata..yaa..siapa cepat dia dapat..pernah suatu saat saya memberikan kursi saya pada seorang ibu yang mungkin seumuran dengan ibu saya, lantas tukang kernet dengan santainya nyeletuk…”wahh..dadekke calon mantu wae iki bu..” diriku senyam senyum belaka..ibu itu menimpali..”walah sayange anakku wadon kabeh je” diriku membatin..”ono-ono wae pakde..” pada fragmen lain, ada saeorang mbok pasar dengan segambreng bawaannya tersenyum gembira setelah berhasil menaiki bus yang telah lama dinantinya kemudian menyapa sang sopir…”lah suwe tenan tho dhe..wis tak enteni kat mau koq” pak pilot menimpali…”kudune sms wae lah yo..” mbokde jawab..”karepe yo ngono..”pak kapiten menyahut..”ora ke kirim po?..”mbokde menjawab enteng..”lhawong hape wae ra nduwe..” hatiku memekik..ee lhadalah..andhap asor tenan iik..hihi..belum lagi mengamati tingkah polah para pengamen dan pedagang asongan yang seolah tak pernah kehabisan akal untuk mendapatkan sepeser uang. sing penting halal!!

Snap shot dengan setting berbeda ketika saya naek angkot kuning menuju tempat tinggal saya di jogja di seputar timoho, ada sepasang mahasiswa uin yang tuna netra menaiki angkot yang sama dengan saya. Kemudian salah satunya duduk di samping saya. sempat saya bertanya dimana rumahnya dan dia menjawab singkat dan kembali bertanya..”lha mbak dimana?” saya pun menjawab cepat pula. ketika saya hendak turun saya sempatkan berpamitan dan dia mengiyakan sembari berkata..”hati-hati di jalan ya mbak”..wuaa jadi terharu dan salut sekali dengan perjuangan mereka yang begitu bersemangat belajar dengan segala keterbatasan. maka..nikmat NYA yang manakah yang kan kau dustakan?

Pernah suatu waktu saya kehabisan angkot karena hari sudah petang, maka saya memutuskan untuk naik becak. Meski agak mahal, tapi tak mengapalah yang penting saya sampai hingga asrama dengan selamat. Saya begitu menikmati hembusan angin yang bercampur dengan asap kentut truk2 ditambah motor2 yang tak mungkin berkurang jumlahnya di kota pelajar ini. Sebelum sampai di tempat tujuan saya, sempat terjadi percakapan dengan pak tukang becak. Saya menanyakan tentang dimana rumahnya dan pemangkalan becak. dia begitu antusias menceritakan aktivitas sehari2nya hingga becak berhenti melampaui ‘rumah’ saya seharusnya. Setelah saya membayar dan mengucapkan terima kasih pak tukang becak tersebut memberikan kartu namanya yang cukup apik dilengkapi alamat serta nomer hpnya. Beliau sangat mengharapkan saya dapat memanfaatkan jasanya kapanpun saya mau cukup dengan mengiriminya sms. sampai2 saya ditunjukkan isi sms para pelanggan setianya.”nggih pak sanes wekdal mbok menawi..”saya mengiyakan. Setelah merasa cukup bapak separuh baya itu pergi sebelumnya meminta saya memasukkan nomer hp saya ke hp miliknya. Kali ini saya mengaku panggil saja wati. Sesampai di kamar saya segera bersih2 diri dan seketika itu ada sms masuk di ponsel saya begini bunyinya “Mksi mbak dah mau pakai becak sblum nya maaf seandai nya ktrng puas waslm”.

melati wetan, 04 Nov ‘09

 

when the new life in the new place is begin.. Oktober 23, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — tralalatrilili @ 5:42 am
Tags:

It’s time to out of the box…during 5 years I lived in jogja with my family. but now, I should to try to live in the new place. so I decide to stay in jogja english dormitory. yeay..first impression was so woww! because I met many friends from different original places with different characters. I think that our tolerance&social life better than in the ordinary boarding house. we must to share about anything. so far I feel like at home, hopefully until the end of time…

 

Nukilan dari Laskar Pelangi… Februari 28, 2009

Diarsipkan di bawah: buku sip — tralalatrilili @ 1:16 am

Tentang cinta dan sebagainya…
…Apakah semakin dewasa manusia cenderung menjadi semakin tidak positif? Aku belajar berjiwa besar berusaha memahami esensi konsep virtual dan fisik dalam hubungan emosional. Bukankah jika mencintai seseorang kita harus membiarkan ia bebas?…hal.336
….berapa jumlah pasangan yang telah mengalami cinta pertama, lalu hanya memiliki satu cinta itu dalam hidupnya, menikah dan kemudian hanya terpisahkan karena Tuhan memanggil salah satu dari mereka? Sedikit sekali! Ataulah mungkin tidak ada! Sepertinya kedua jawaban tersebut menjadi hipotesis yang meyakinkan utnuk pertanyaan dangkal semacam itu. Karena itulah yang umumnya terjadi dalam dunia nyata.
…..cinta pertama memang tak kan pernah mati, tapi ia juga tak kan pernah survive…cinta pernah indah tak terperikan….
….jika berpikir positif, mengenal seseorang secara emosional memberikan akses pada sebuah bank data kepribadian tempat kita dapat belajar banyak hal baru : wanita adalah makhluk yang tak mudah diduga. Ada semacam komposisi kimiawi tertentu di dalam tubuh mereka yang menyebabkan lelaki dengan komposisi kimiawi tertentu pula merasa betah didekatnya. Maka cinta adalah reaksi kimia sehingga keanehan dapat terjadi..

 

Pasca wisuda..lantas apa? Februari 28, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori, pengalaman oke — tralalatrilili @ 12:55 am
Tags:
with ma luply fams

with ma luply fams

Ketika keriaan itu berakhir, saatnya untuk menggali kedalaman pikir apa yang kan kau perbuat stelah menyandang gelar sarjana wahai anak muda?selamat datang realita!terdapat beberapa kawan bergegas untuk melegalisir ijazahnya guna melamar pekerjaan sini sana. ada juga yang masih terlena terus terbawa suasana euphoria dengan bangganya berhasil lulus dari universitas ternama meski belum tau mau berbuat apa sesudahnya? kawin aja sana! dengan mudahnya kata itu terlontar tanpa memikirkan konsekuensi yang harus diemban dengan membina bahtera rumah tangga yang bukan hanya untuk sementara tapi selamanya.resiko terlalu besar jika pilihan itu diambil oleh pasangan muda yang masih labil dan belum meiliki kemandirian secara finansial. oh dear…married not just for have a sex.
Lain halnya dengan beberapa alumni strata 1 karna kecintaannya pada ilmu yang begitu, mereka dengan mantapnya melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi berharapnya hidupnya bisa lebih maju dan bermutu.belum lagi pilihan sekolah pasca sarjana yang menawarkan banyak pilihan keilmuan menggiurkan baik di dalam maupun luar negeri.promosi beasiswa di obral dimana-mana dengan kualifikasi yang tak gampang tentunya.toefl..oh..toefl..kenapa harus selalu dipecundangi begitu saja oleh persyaratan minimal nilai kemampuan berbahasa Inggris yang cukup membuat banyak orang terengah-engah untuk memenuhinya.damn it!yeah..penjajah itu bernama toefl.hanya orang-orang pemalas yang akan tergilas jika tak persiapkan dirinya dengan perencanaan yang matang tuk hadapi masa depan. konon katanya masa depan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang lihai berbahasa asing.iyakah demikian?terlalu dangkal memang. b’coz the world is borderless.lagi lagi gombalisasi(globalization,red) membuat sebuah negara satu dengan negara yang lain seolah tak bertepi tak memiliki batas yang jelas.itulah yang dinamakan penjajahan terselubung.akan tetapi apakan pernyataan ini berarti apologi untuk tidak usah bersusah payah belajar lagi?mau jadi apa kau nanti?mumpung hayat masih dikandung badan banyak hal yang berpeluang meningkatkan kualitas hidup yang hanya sekejap.apakah itu?dengan tak kan pernah berhenti belajar tentang kehidupan, berbuat yang terbaik bagi lingkungan sekitar,memanfaatkan ilmu sekecil apapun yang telah diperoleh baik dari pendidikan formal, non formal maupun informal.dengan begitu bisa jadi diri kita bisa lebih bijak dalam menyikapi hidup.tak ada tempat di dunia bagi orang yang berleha-leha dan bersantai ria sahaja.oh dear..the future is depend on you!

dalam kremangan kamar,tengah malam

23 Februar 09

 

potret anak muda..yang terlena… Januari 30, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — tralalatrilili @ 6:40 am

jejingkrakan gak karuan…seolah tak punya beban…begitulah potret anak muda jaman sekarang yang terbuai selalu oleh lantunan musik yang menderu…lagu cinta melulu…seakan tak ada persolan di dunia ini yang paling mendesak dan penting untuk disikapi kecuali persoalan cinta. membuat terlena. menjadikan banyak anak muda terjebak percintaan semu.bagaimana tidak?tayangan sinetron memberondong berjuta-juta pemirsa lewat layar kaca mengajari kehidupan yang terkadang tak nyata. pembodohan terselubung.karna hidup sesungguhnya hanya sekejap saja, terlalu berharga jika dilewati dengan hip-hip hura belaka. yah..berdoalah semoga malaikat maut menjemput tidak tergesa-gesa. sehingga masih ada cukup waktu untuk melakukan hal-hal berguna bagi sesama…putarlah otak se-optimal mungkin, dan kau kan menuai hasil..yang muda…yang berkarya…

 

berbahagialah wahai para pecinta Al-Qur’an Januari 30, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — tralalatrilili @ 6:39 am
Tags:

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un..telah berpulang ke rahmatullah Ny.hj.shofiyyah Umar pendiri pondok pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Solo hari Sabtu tanggal 3 Januari 2008.semoga arwah beliau khusnul khotimah.amin..
ketika diriku mendapat sms berita duka ini tanpa berpikir panjang langsung saja aku menuju solo dengan adek farah semata wayangku. sesampainya di sana ratusan santri telah memadati aula tempat jenazah disemayamkan. raut kesedihan terpancar dari segenap keluarga besar ponpes Al-Muayyad.semua orang merasa kehilangan yang begitu mendalam atas kepergian Embah Ti-begitu sapaan kesayangannya-. begitu memiliki kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada embah ti untuk terakhir kali, diriku tak segan untuk mengecup pipi kirinya yang telah dilapisi kain lembut transparan. dingin terasa, aura ketenangan dan keteduhan melingkupi wajahnya.subhanallah..cantik nian..beginilah akhir hidup dari salah satu pecinta Al-Qur’an yang dengan senang hati hendak menjumpai Robb-nya. lantunan doa tulus dan ayat suci Al-Qur’an tak henti-henti mengiringi jenazah embah ti.Insya Alloh…beliau sudah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Alloh dan segala amal baiknya diterima oleh NYA. Allahuma Amin.semoga kelak kita dapat mengikuti jejak embah ti, menghembuskan nafas terakhir meninggalkan dunia dengan cara terbaik…ya Alloh bihaa..bi khusnul khotimah..:)

 

perhaps..It’s (not) too late to appologize… Januari 12, 2009

Diarsipkan di bawah: Tidak terkategori — tralalatrilili @ 6:39 am
Tags:

yeah..kalo ngeliat judul di atas..itu nyaris sama dengan judul lagunya Timbaland cuma harusnya gak pake not aja. well, actually di sini azzah pengin jelasin sedikit tentang alasan kenapa diriku sangat amat jarang sekali up date blog yang tlah berusia kurang lbih 1tahun ini. padahal awal mulanya diriku berjanji untuk rajin menulis minimal 1bulan sekali. nyatanya hanya bualan belaka. dikarenakan aktivitas akademik yang begitu menuntut diriku untuk segera merampungkannya sedemikian rupa sehingga menelantarkan blog ini dengan sempurna. akan tetapi diriku memiliki tekad yang cukup kuat untuk merapel beberapa kisah yang bernilai bagiku. nah, mengapa tak ku mulai sahaja ceritanya…