Category: Tidak terkategori


Ya Alloh berikanlah rezeki buat Angel supaya Angel bisa membeli bebek…

Demikianlah sekelumit doa yang dipanjatkan oleh Angel, santriwati TPA el-nile yang berusia 4 tahun. Polos dan menggelikan. Bermula dari didirikannya taman baca el-nile pada pertengahan Agustus 2009, saya dan orang tua memiliki mimpi untuk menghimpun anak-anak yang tinggal di sekitar rumah desa Pucangan supaya dapat belajar mengaji bersama. Keinginan tersebut menjadi kenyataan pada bulan November 2010. Pendekatan yang dilakukan awalnya tidak mudah, mengingat anak-anak lebih senang untuk bermain daripada belajar mengaji di sore hari. Akan tetapi setelah dijalani anak-anak yang berjumlah sekitar 10-15 orang begitu riang dan antusias mengikuti proses belajar mengaji di TPA El-Nile. Ibu saya yang akrab dipanggil anak-anak dengan sebutan Bude, sudah terlanjur dicintai oleh Anak-anak. Sampai-sampai mereka tidak mengenal kata libur. Waktu belajar mengaji dimulai dari sekitar jam 15.30 hingga 17.00. Meski tempat belajarnya begitu sederhana, akan tetapi anak-anak tetap bersemangat untuk dapat lancar mengaji dan menghafalkan surat-surat pendek juz 30. Karena ibu saya tetap memiliki kewajiban sebagai warga masyarakat untuk bersosialisasi dengan para tetangga lewat pengajian dan arisan, maka sesekali anak-anak diliburkan. Tetapi seringkali mereka tetap meminta untuk masuk tanpa kehadiran bude sekalipun. Mereka mengaji sendiri, saling mengajari dan diselingi permainan khas anak-anak. Latar belakang keluarga anak-anak tersebut beragam, ada yang orang tuanya berprofesi sebagai penjual makanan, pengrajin kayu, sopir truk, dan lain lain. Para orang tua memiliki harapan yang serupa agar anak-anak mereka menjadi anak yang sholeh dan sholehah serta dapat lancar mengaji. Tidak ada pungutan biaya di TPA El-Nile. Ayah saya yang juga menggemari dan digemari anak-anak dipanggil dengan sebutan pakde. Sesekali ayah turun langsung menangani anak-anak. Maka kegembiraan akan terpancar dari raut anak-anak sebab ayah saya sering memberikan hadiah kecil berupa permen.
Saya sangat jarang membantu ibu mengajar karena saya lebih sering berada di jogja. Tetapi jika saya pulang ke rumah sekali pun saya lebih memilih untuk mengamati polah tingkah anak-anak dari balik kaca rumah karena saya membiarkan ibu yang juga sangat terhibur dengan hadirnya anak-anak di TPA El-Nile di setiap sore hari. Itu merupakan suatu anugerah tersendiri di sela-sela aktivitas ibu mengurusi rumah tangga. Selain mengaji Ibu mengajari anak-anak untuk bersholawat dan pujian terhadap Alloh dengan salah satu asmaul husnaNYA Allahul Kahfi Rabbunal Kahfi….. Semoga Alloh senantiasa memberkahi kami untuk menuntut ilmu-MU ya Robb.

we are so happy mengaji:)

beginilah kami...

Iklan

Believe in yourself in the power you have to control your own life day by day.

Believe in the strength that you have deep inside and your faith will help show you the way.

If you trust and believe, there’s no limit to what you can do.

Life is too short to be afraid my dear 🙂

(sms by anggi, long time ago)

Oh my dear me, ngerasa bersalah skali lama ninggalin rumah maya ini. Lagi-lagi ber-apologi terlalu asyik dengan dunia nyata sembari berjanji dalam hati akan menuangkannya lewat tulisan nanti kalo ada waktu senggang. entah kapan? minder aja pas blog-walking “rumput tetangga lebih hijau”. ga’ pede dengan tulisan sendiri. Embuh ah..sekarang aku tak lagi peduli toh ini juga rumahku sendiri, mau jungkir balik juga seenak wudelku aja dah.lol.
Apa kabarku hari ini?ehm, secara fisik alhamdulillah sehat. Apa kabar cinta? untuk sekarang hanya keluarga dan sahabat yang ada dalam sanubari. Sepertinya hati saya masih kotor sehingga belum dianugerahkan cinta yang hakiki. Saat ini sekolah yg masih jadi prioritas selain pekerjaan sampingan yang juga menguras energi. Jujur, agaknya diriku akhir-akhir ini jauh lebih tidak ekspresif. sangat percaya diri untuk hanya “berdiam diri”. Sebenarnya aktivitasku juga sangat penuh warna. Batu peranku: jadi relawan FSG Tunas Bangsa, guru les private, part-timer yayasan kampung halaman, mahasiswi, pegiat taman baca el-nile, sahabat, cucu, ponakan, sepupu, anak, kakak, adik, tante. apa lagi?ohya, penunggu tralalatrilili yg males2an;p fesbuk juga jarang diurusin ga pernah lagi bikin status. kayaknya males aja komen2an gitu. paling puol akhirnya angkat bicara kalo ada yg nge-tag foto atau nulis notes atau ada yg nge-wall.aq anggep fesbuk jadi ajang pamer ini itu.wadah mencaci orang secara ga langsung, berkeluh kesah yg diumbar, meski ga sepenuhnya benar sih. hihi..ga konsisten.kesannya aku jadi apatis dengan apa yg menjadi mainstream dewasa ini. yeah itu uda jadi pilihanku. Tuhan, terima kasih telah membuatku tak pernah bosan pada kehidupan:)

NB: barusan pas mau nerbitin ni coretan tiba2 listrik mati yg bikin koneksi internet juga putus..luckily uda otomatis kesimpen ni coretan. jangan pernah kapok  bwt nulis dah, setidakmutu apapun itu:p

It’s time to out of the box…during 5 years I lived in jogja with my family. but now, I should to try to live in the new place. so I decide to stay in jogja english dormitory. yeay..first impression was so woww! because I met many friends from different original places with different characters. I think that our tolerance&social life better than in the ordinary boarding house. we must to share about anything. so far I feel like at home, hopefully until the end of time…

with ma luply fams

with ma luply fams

Ketika keriaan itu berakhir, saatnya untuk menggali kedalaman pikir apa yang kan kau perbuat stelah menyandang gelar sarjana wahai anak muda?selamat datang realita!terdapat beberapa kawan bergegas untuk melegalisir ijazahnya guna melamar pekerjaan sini sana. ada juga yang masih terlena terus terbawa suasana euphoria dengan bangganya berhasil lulus dari universitas ternama meski belum tau mau berbuat apa sesudahnya? kawin aja sana! dengan mudahnya kata itu terlontar tanpa memikirkan konsekuensi yang harus diemban dengan membina bahtera rumah tangga yang bukan hanya untuk sementara tapi selamanya.resiko terlalu besar jika pilihan itu diambil oleh pasangan muda yang masih labil dan belum meiliki kemandirian secara finansial. oh dear…married not just for have a sex.
Lain halnya dengan beberapa alumni strata 1 karna kecintaannya pada ilmu yang begitu, mereka dengan mantapnya melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi berharapnya hidupnya bisa lebih maju dan bermutu.belum lagi pilihan sekolah pasca sarjana yang menawarkan banyak pilihan keilmuan menggiurkan baik di dalam maupun luar negeri.promosi beasiswa di obral dimana-mana dengan kualifikasi yang tak gampang tentunya.toefl..oh..toefl..kenapa harus selalu dipecundangi begitu saja oleh persyaratan minimal nilai kemampuan berbahasa Inggris yang cukup membuat banyak orang terengah-engah untuk memenuhinya.damn it!yeah..penjajah itu bernama toefl.hanya orang-orang pemalas yang akan tergilas jika tak persiapkan dirinya dengan perencanaan yang matang tuk hadapi masa depan. konon katanya masa depan hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang lihai berbahasa asing.iyakah demikian?terlalu dangkal memang. b’coz the world is borderless.lagi lagi gombalisasi(globalization,red) membuat sebuah negara satu dengan negara yang lain seolah tak bertepi tak memiliki batas yang jelas.itulah yang dinamakan penjajahan terselubung.akan tetapi apakan pernyataan ini berarti apologi untuk tidak usah bersusah payah belajar lagi?mau jadi apa kau nanti?mumpung hayat masih dikandung badan banyak hal yang berpeluang meningkatkan kualitas hidup yang hanya sekejap.apakah itu?dengan tak kan pernah berhenti belajar tentang kehidupan, berbuat yang terbaik bagi lingkungan sekitar,memanfaatkan ilmu sekecil apapun yang telah diperoleh baik dari pendidikan formal, non formal maupun informal.dengan begitu bisa jadi diri kita bisa lebih bijak dalam menyikapi hidup.tak ada tempat di dunia bagi orang yang berleha-leha dan bersantai ria sahaja.oh dear..the future is depend on you!

dalam kremangan kamar,tengah malam

23 Februar 09